-->
Siska Putri Absari

Label

  • about myself
  • Biodata
  • Have Fun
  • Islamic
  • lirik lagu

Jumat, 24 Mei 2013

12 Barisan di Akhirat

Suatu ketika, Muadz bin Jabal Radhiyallahu`anhu menghadap Rasulullah Shallallahu`alaihi Wa Sallam dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah Subhanahu wata'ala: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Barisan Pertama

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketiga

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keempat

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kelima

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah Subhanahu wata'ala menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keenam

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketujuh

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedelapan

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesembilan

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesepuluh

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesebelas

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua Belas

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."

(Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal)

Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah... Aamiin.. ^_^
Diposting oleh Siska Putri di 00.46 1 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Islamic

Azab Bagi Wanita

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis mankala ia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis. Beliau menjawab,
"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya."
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.
"Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.
Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.
Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi saw.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan
"Mengapa mereka disiksa seperti itu?"
*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku,
Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.
Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.
Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. 


Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.
(Tolong ingatkan kepada semua kaum perempuan yang anda kenal)
Diposting oleh Siska Putri di 00.40 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Islamic

Senin, 20 Mei 2013

Pecinta Kejujuran


Kisah teladan dari seorang pemuda yang bernama Tsabit bin Al-Marzuban, yang tiada lain adalah ayahanda dari seorang imam ahli fiqih, Imam Abu Hanifah Nu’man rahimahllah.
Tsabit bin Al-Marzuban sedang berjalan di pinggir kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar dari sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum tergeletak di tanah itu timbullah keinginan untuk memakannya. Apalagi saat itu dia sedang haus karena hari yang panas. Maka tanpa berpikir panjang, dipungut dan dimakanlah buah apel yang lezat itu. Ketika buah apel itu telah dimakan separuh, dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat izin pemiliknya. Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu untuk menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya.
Di kebun itu dia bertemu dengan seorang lelaki yang dikiranya pemiliknya.
“Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini maka aku berharap Tuan menghalalkannya.” Pinta Tsabit bin Al-Marzuban.
“Aku bukan pemilik kebun ini. Aku pembantunya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya.” Jawab orang itu.
“Lalu dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan meminta agar dia menghalalkan apel yang telah kumakan ini,” tanya Tsabit kemudian.
“Jika ingin pergi kesana, engkau harus menempuh perjalanan yang jauh, kira-kira sehari semalam,” jawab tukang kebun menjelaskan.
Tsabit bin Al-Marzuban sudah bertekad untuk pergi menemui pemilik kebun itu. Kemudian dia berkata, “Tidak mengapa . Aku akan tetap pergi menemuinya meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan buah apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seizin pemiliknya.”
Ya, Rasulullah telah memperingatkan kita melalui sabdanya, “Barangsiapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram maka ia lebih layak menjadi umpah api neraka.”
Tsabit pun pergi ke rumah pemilik kebun buah itu. Setiba di sana dia langsung mengetuk pintunya. Ketika pemilik rumah membuka pintu, Tsabit pun langsung memberi salam dengan sopan, “Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikum salam,” jawab pemilik rumah dengan ramah, “Maaf Tuan. Saya sudah terlanjur memakan setengah dari buah apel Tuan yang jatuh ke luar kebun. Untuk itu sudilah kiranya Tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu?”
Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamati dengan cermat, lalu berkata, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.”
Tsabit terdiam sejenak karena orang tua itu mengajukan syarat. Dia juga khawatir dengan syarat yang akan diajukan kepadanya jika ia tidak bisa memenuhinya.
“Apa syaratnya, Tuan?” tanya Tsabit kemudian.
“Engkau harus menikahi putriku,” jawab orang tua itu.
Tsabit bin Al-Marzuban tercengang tidak memahami maksud dan tujuan orang tua itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya memakan setengah buah apelmu yang jatuh keluar dari kebunmu, aku harus menikahi putrimu?”
Pemilik kebun itu tidak menghiraukan pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, “Sebelum menikahi putriku, engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu, ia juga seorang yang lumpuh.”
Tsabit amat terkejut dengan keterangan pemilik kebun. Dia berpikir, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri hanya gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya?
“Jika engkau tidak menjalankan syarat itu, aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah engkau makan.”
Di luar dugaan pemilik kebun, ternyata Tsabit menjawab dengan mantap, “Aku terima syarat itu, Tuan. Aku akan meminang dan menikahinya karena aku telah bertekad untuk mengadakan transaksi dengan Allah, Rabbu ‘alamin. Untuk itu, aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena berharap Allah selalu meridhaiku, dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi-Nya.”
Pemilik kebun menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Usai pelaksanaan akad nikah, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu hendak masuk kamar pengantin, Tsabit berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu karena malaikat Allah tentu tidak tuli dan bisu.
“Assalamu’alaikum ...,” ucap Tsabit
Tak disangka sama sekali, ternyata wanita yang ada di hadapannya dan kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik, “Wa’alaikum salam.”
Ketika Tsabit masuk hendak menghampirinya, wanita itu mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya dapat menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini.
“Kata ayahnya, dia wanita tuli dan bisu, tetapi ternyatadia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian, berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh, tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula. Mengapa ayahnya menyampaikan keterangan yang bertentangan dengan yang sebenarnya? Jangan-jangan dia bukan istriku,” katanya dalam hati.
Setelah duduk di samping istrinya, Tsabit bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta, mengapa?”
“Ayahku benar karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah,” jawab istrinya.
“Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli,” kata Tsabit lagi.
“Ya, ayahku benar karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah,” jawab istrinya lagi.
“Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan ?” tambahnya kemudian.
Tsabit hanya mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya.
“Aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan maksiat terhadap-Nya.”
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat shalehah dan mampu menjaga dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahya ... subhanallah, dia bagaikan bulan purnama.” Dan dari pernikahan barakah itu lahirlah Imam Nu’man alias Abu Hanifah rahimahullah, sang peletak dasar-dasar ilmu fiqih.
Diposting oleh Siska Putri di 19.47 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Islamic

Selasa, 14 Mei 2013

7 Kalimat Penghapus Dosa

1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuaatu.
2. Mengucap "Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap "Insyaallah" jika merencanakan berbuat sesuatu dihari esok.
5. Mengucap "Lahaula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu yang tak disukai dan tak diinginkan.
6. Mengucap "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "Laa ilaa ha illa Allah Muhammadur Rasulullah" sepanjang siang dan malam, sehingga tak terpisah dari lidahnya.

semoga kita semua bisa mengamalkannya... Amiinn ^_^
Diposting oleh Siska Putri di 22.44 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Islamic

Kamis, 09 Mei 2013

Hipnotis Mata

perhatikan gambar-gambar dibawah ini jika kita pandangi gambar tersebut terus-terusan akan nampak seperti bergerak atau berubah, padahal gambar tersebut merupakan gambar diam.











thanks for reading, hope you enjoy this site ;)
Diposting oleh Siska Putri di 22.51 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Have Fun
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
Powered By Blogger

Anda Pengunjung Ke

Arsip Blog

  • ▼  2013 (13)
    • ►  Juni (1)
    • ▼  Mei (5)
      • 12 Barisan di Akhirat
      • Azab Bagi Wanita
      • Pecinta Kejujuran
      • 7 Kalimat Penghapus Dosa
      • Hipnotis Mata
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (5)

followers

Follow me in twitter

Tweet oleh @SPAbsari_


Waving Hello Kitty Kaoani
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.